Birding Tahura R. Soeryo 8-9 Juli 2009

bird-light_resize
R. Soeryo Smoke Light

Seperti biasanya, Tahura R. Soeryo, selalu menjadi tempat paling menghibur buat pengamatan dan hunting foto burung. Meskipun tutupan tajuk yang cukup rapat, sinar matahari yang gak banyak bisa sampai ke bawah tajuk, tapi tetap saja Tahura R. Soeryo adalah surga bagi pengamat dan fotografer burung.

Datang pagi-pagi, sebelum keduluan pengunjung yang pingin mandi air panas atau pacaran, sikatan ninon adalah petugas resepsionis yang selalu menyapa dengan ramah ketika kami datang. Disusul si madu gunung yang tidak terlalu bermasalah dengan beberapa orang kurang kerjaan yang mengamatinya sambil senyum-senyum sendiri… Tapi sepertinya, hari ini bukan harinya si kepala abu yang biasanya mbledug, tapi sekarang agak susah melihatnya. Mungkin lagi ada acara keluarga.

My Little Bro
My Little Bro

Di hari pertama, bareng kawan-kawan KIBC Batak, Imam dan Bintang; anak-anak Rhizopora Amri dan Panca dan yang terkahir si Luwes, adikku yang paling bungsu yang baru masuk SD juga ikut-ikutan nimbrung. Dan hebatnya, burung pertama yang berhasil dia lihat dengan jelas pake bino adalah Walik Kepala-ungu. “Wuih…ndase abang kon!” begitu teriaknya, dan aku tertawa saja…

Di hari pertama dan juga nanti di hari kedua, artisnya adalah si Ciungbatu Kecil yang sangat bersahabat (kalao tidak bisa dibilang gila foto). Batak yang kebetulan pegang kamera langsung aja jeprat-jepret seperti gak mau ketinggalan acara, padahal nanti sampai pulang burung ini gak kemana-kemana, ya pohon itu-itu aja sambil sesekali melompat ke tanah menyambar serangga. Terlalu mudah untuk difoto, seharusnya dilukis aja.

rhipidura euryura

Di hari pertama memang tidak banyak burung yang berhasil dijepret karena berangkat terlalu siang, keduluan mendung dan para pengunjung yang mandi air panas. Tapi di hari kedua, beberapa burung target berhasil di didapat. seperti Batak yang pingin motret Cikrak Muda dan aku yang pingin motret Kipasan Bukit, selebihnya adalah bonus seperti Takur Tohtor, Ciungbatu Kecil, Opior Jawa, Sikatan Belang, Munguk Loreng, Srigunting Kelabu dan Brinji Gunung.

Beberapa burung yang berhasil ditemui di Tahura R. Soeryo 8-9 Juli 2009:

Elang Hitam, Brinji Gunung, Ciungbatu Kecil, Kipasan Bukit, Sikatan Belang, Sikatan Kepala-abu, Sikatan Ninon, Sepah Gunung, Cikrak Daun, Cikrak Muda, Takur Tohtor, Cabai Gunung, Cinenen Gunung, Sikatan Cacing, Tepus Pipi-perak, Cucak Gunung, Cucak Kutilang. Walik Kepala-ungu, Munguk Loreng, Kepudansungu Gunung, Ciu Besar, Burungmadu Gunung, Kacamata Gunung, Cica Koreng Jawa, Bentet Kelabu, Opior Jawa, Srigunting Kelabu, Walet Sapi.

Advertisements

Saat memiliki adalah saat kehilangan

Tidak ada yang bisa menebak, seberapa besar rejeki yang dibagi Tuhan kepada kita besok. Pun, seberapa pahit cobaan yang ditimpakan kepada kita satu detik setelah ini. Seperti halnya Tuhan, malaikat, jin dan setan, masa depan adalah makhluk yang ghoib.

Bekerja dengan sungguh-sungguh adalah rukun wajib yang harus dijalani orang hidup. Sebab hak yang diberikan oleh Tuhan kepada kita adalah –hanya- wilayah proses, selebihnya, hasil yang didapat adalah mutlak hak Tuhan yang menentukan.

Tuhan sangat adil kepada setiap makhlukNya. Beliau sangat teliti dan hati-hati dalam membagi jatah rejeki dan nikmat. Meskipun Beliau sudah menegaskan bahwa manusialah makhluknya yang paling sempurna, toh tidak ada satupun makhluk yang luput dari perhatian dan penjagaan Tuhan. Bahkan nasib sebutir debu di tengah kekosongan angkasa, Tuhan sudah mengaturnya dengan sangat sistematis yang mungkin butuh puluhan tahun bagi manusia untuk membuat rumusan matematisnya. Jadi tidak ada alasan untuk tidak optimis kepada Tuhan.

Jadi jangan lupa diri kala mendapatkan jatah rejeki yang berlebih. Pun jangan putus asa kala menemukan kehilangan yang berarti. Seperti hukum termodinamika, saat kita mendapati sebuah energy maka pada saat yang bersamaan kita juga sedang kehilangan massa, dan sebaliknya.

Tidak ada yang layak diperebutkan di dunia ini, pun tidak ada yang layak diremeh-temehkan. Sebab ketinggian ilmuku adalah aku paham bahwa saat memiliki adalah saat kehilangan bagiku.