Petik Laut Masyarakat Nelayan Pandean

“Sialan! Kok cuacanya mendung, Fer?” celetuk saya mau berangkat ke Pandean kemarin pagi. Padahal hari itu pas ada upacara petik laut. Ritual masyarakat pesisir yang mayoritas nelayan sebagai wujud terima kasih kepada Tuhan yang telah memelihara kehidupan laut asal mata pencaharian mereka.

Tapi daripada harus nunggu setahun lagi, berangkatlah kita naik motor Ducati 3 speeds punya Ferdi. Begitu mesin dinyalakan, baru sadar aku kalo ini bukan motor, apalagi keluaran dari Italia sana, tapi mesin fogging mengusir nyamuk. Asap dari knalpotnya bener-bener bikin langit langsung gelap-gulita!

Continue reading “Petik Laut Masyarakat Nelayan Pandean”

Advertisements

Fobi for 11 K

Sekarang kabar itu datang dari Juragannya Admin, he said “uwis 11.000 Lik, nambah 1.000 visitor kurang dari sebulan ini.. sebenere, sing luwih penting dari sebuah karya adalah manfaatnya.. manfaat positif bagi masyarakat.. lebih baik sedikit audiens namun ada artinya, daripada sejuta audiens namun kosong tanpa makna.. meski tentu lebih baik juga jika banyak audiens, dan banyak juga manfaat untuk mereka..” yang kemudian ditutup dengan bijaksana “ayo terus makaryo Lik..

Yah, lagi-lagi saya ketinggalan angka bulan 11.000, karena pas saya cek sudah kelebihan 40! Dan yang lebih penting adalah penambahan 1000 visitor dalam satu bulan adalah indikator konkrit bahwa situs ini disukai orang banyak. Lalu kenapa dia disukai? Apakah karena dia yang pertama di Indonesia, apakah karena informatif, atau seperti yang dikatakan Pak Kumendan tadi: manfaat! Semua kemungkinan itu punya peluang sama untuk menjadi benar. Tapi terlepas dari peluang-peluang itu, ruh awal yang diboyong para pendiri situs ini tidak lain adalah menciptakan ruang seluas-luasnya kepada sebanyak-banyaknya orang untuk belajar, mengenali, mengsumbangsih, sebagai bentuk cara untuk mencintai kekayaan hayati negeri kita. Continue reading “Fobi for 11 K”

Kira-kira yang Mana Sampulnya Buku Birds of Baluran?

Teks inggris buku ini belum kelar, beberapa teks spesies belum saya tulis. Pun, final reviewing juga masih dalam proses. Tapi gak tahu, dari kemarin pinginnya nglayout desain sampulnya. Saking banyaknya foto-foto di gudang file foto malah bikin bingung mau pake gambar mana. Kemenyek!

Sempat masang foto master piece Cica Daun Sayap-hijau langsung dapat kritik dari Komandan Fobi, “Spesies biasa! Kenapa bukan yang menjadi khas atau idolanya Baluran?” Begitu kira-kira katanya. Ok, kalo begitu siapakah idola Baluran? Continue reading “Kira-kira yang Mana Sampulnya Buku Birds of Baluran?”

Loncatan Radikal Hifatlobrain 2.0

Suatu ketika ada kawan, Panca namanya, yang ngasih tahu saya lewat komen di blog ini “ada blog bagus http://www.nurannuran.wordpress.com juga http://www.hifatlobrain.blogspot.com keren..lucu..inspiratif..hidup. Tapi karena lagi males berkelana kemana-mana, informasi itu saya abaikan. Lalu beberapa bulan lamanya masuk lagi sebuah komen “Yeeaaaahhh jos maasss! mas saya mau bikin ebook tentang Baluran, tapi mungkin kalo urusan foto saya minta ke Mas Swiss aja, hehehe. Kapan gitu saya bakal balik lagi ke Baluran, dan mengkhatamkannya :).” yang dikirim oleh manusia bernama Ayos Purwoaji. Seperti biasa, saya balas itu komentar dengan menambah teks komentar di bawahnya. Agak penasaran, saya klik id dia yang sudah terisi link. Klik kanan –> open in new tab dan terbukalah sebuah blog sederhana berjudul hifatlobrain 2.0 dengan tagline di bawahnya bertuliskan ketika lemak jadi raja, otak jadi dodol kalo gak salah.

Saya scan reading beberapa postingan dan saya menemukan kesimpulan sementara bahwa si pemilik blog ini adalah orang yang cerdas, inspiratif dan sangat komunikatif. Lalu ingatan saya meloncat tiba-tiba ke beberapa bulan yang lalu. Nama hifatlobrain ini seperti pernah? Ohya benar, di komen kiriman Panca. Dari situlah saya mulai mengenal anaknya manusia yang bernama Ayos.

Continue reading “Loncatan Radikal Hifatlobrain 2.0”