Kami Adalah Gurita Membabi Buta Hahahaha…

Saya lupa sudah berapa kali memuji habis tanah kering ini, Taman Nasional Baluran. Bukan dumeh saya kerja di sini, tapi saya nyaris dibuat tidak pernah bosan dengan semua suguhan keindahan alam liarnya. Sebenarnya rokok saya adalah GG Inter, tapi sepertinya saya harus rela mengucapkan slogannya Djarum “My Life My Adventure” untuk menggambarkan betapa adventurous-nya Baluran bagi saya.

Dan adventure terdasyat apa lagi kalo bukan keluar dari teritori alamiah saya sebagai makhluk darat: diving! Gegap gempita perasaan terbesar kedua saya setelah Birds of Baluran National Park tidak lain adalah saat dua set alat selam ditambah sebuah kompresor tiba di Bama. Gendeng kon! Kalo bukan karena faktor resiko dekompresi mungkin kompresor dan alat selam itu tidak sempat istirahat dipakai. Isi tabung, nyelam, habis isi lagi, lalu nyelam lagi, terus begitu sampai sak modare pokoke! Continue reading “Kami Adalah Gurita Membabi Buta Hahahaha…”

Advertisements

Hukum Harus Dikalahkan!

Saya masih ingat sangat rasan-rasan di pos gerbang kantor Baluran tentang seorang nenek, Minah, pencuri tiga buah biji coklat yang dikasuskan oleh pemilik perkebunan coklat tempat dia bekerja. Dan pada akhirnya nenek itupun harus berhadapan dengan hukum yang menjatuhinya hukuman penjara 1 bulan 15 hari. Tidak lama kemudian dua orang pencuri semangka, Suyanto dan Kholil, dihukum 15 hari penjara. Pencuri sandal jepit. Dan terakhir, Rasmiah, seorang nenek yang dituduh mencuri piring mantan majikannya yang bahkan proses hukumnya sampai ke MA. Dan sudah pasti, nenek ini pun harus menerima hukuman, 4 bulan 10 hari.

Continue reading “Hukum Harus Dikalahkan!”