Menjadi Citizen Scientist di Kawasan Konservasi

Sekilas Tentang Hutan Indonesia

Indonesia adalah negara megabiodiversity, itu adalah fakta. Kekayaan hayati yang melimpah membuatnya menjadi negara dengan kekayaan hayati tertinggi setelah Brasil meskipun luas hutannya ketiga di dunia. Kekayaan hayati Indonesia dibandingkan dengan jumlah total yang ada di dunia adalah 10 persen spesies tanaman berbunga, 12 persen spesies mamalia, 16 persen spesies reptilia dan amfibia, 17 persen spesies burung, serta 25 persen spesies ikan. Tapi, di sisi lain, Indonesia adalah negara dengan laju deforestasi terbesar di dunia! Itu juga fakta! Dan itu menyakitkan!

Dalam setahun 1,7 juta hektar hutan Indonesia musnah, atau setara dengan 3,23 hektar per menit! Bahkan tahun 2005-2008, menurut laporan yang dikeluarkan oleh FAO dalam State of the World’s Forests 2007, laju kerusakan hutan Indonesia mencapai 1,8 juta hektar per tahun! Luar biasa! Continue reading “Menjadi Citizen Scientist di Kawasan Konservasi”

Advertisements

Some of Unidentified Marine Organisms of Baluran #1

I say “some” just because it supposed to be many more than this. However, marine living things are well unknown for common people. Even they are already well described, we still have one problem that is a lack of information or literates. The world under the sea still a mysterious place on this planet. Continue reading “Some of Unidentified Marine Organisms of Baluran #1”

Si Wiwin

Seseorang, di dalam hidupnya, tidak pernah dipisahkan dari “sesuatu” yang menyertai sejarahnya. “Sesuatu” itu bisa bermacam-macam. Tergantung bagaimana seseorang memaknai perjalanan hidupnya dan menghargai setiap detail peran alam semesta di sekitar sejarahnya. Banyak yang percaya bahwa di balik orang kuat ada wanita yang kuat pula. Atau di setiap kejayaan raja-raja, pasti memiliki patih yang sakti mandraguna. Bahkan seorang Muhammad, yang jelas-jelas dibekingi sama Allah full dan seluruh malaikatnya, tetap membutuhkan sosok Khadijah dan Abu Tholib pada masa-masa awal kenabiannya. Continue reading “Si Wiwin”

Mencari Cahaya Tuhan

Cahaya Tuhan™, istilah yang bukan baru di telinga saya. Apalagi kalau sampeyan sering ikut pengajian atau setidaknya tidak tidur waktu khotib berkotbah di hari Jum’at. Tapi istilah ini menjadi begitu berbeda saat Pak Bas mengomentari satu foto saya saat Ekspedisi FOBI kemarin. Saya sodorkan lcd Canon 50D saya kepadanya. Foto sederhana dari seekor laba-laba yang baru saya dapat itu tidak langsung dia komentari. Dia hanya terdiam, dan terucaplah kata-kata itu, “Cahaya Tuhan!”. Jadilah istilah itu saya bumbuhi TM di belakangnya yang berarti adalah istilah baru dalam fotografi untuk kategori macro “tidak wajar”. Jadi kalo ada yang mau pake istilah itu dalam fotografi harus ijin sama yang punya ™ itu tadi. Continue reading “Mencari Cahaya Tuhan”