Comments to A Thousand

Finally, it’s a thousand comments of this blog. Or a thousand and nine when I write this post. Thousand in my country culture means very much, a lot of things. I don’t how much angel work behind the God, but my mom always said “it’s thousands!” Thousand give me a  meaning that one step ahead has done. And there are I don’t know how much steps more of my life have to be done? Ok, no more bullshit, leave these philosophical words. Let’s talk about number and facts behind this a thousand comments:

Continue reading “Comments to A Thousand”

Advertisements

Pelatuk Hijau, Pelengkap Foto-foto 10 Jenis Pelatuk Baluran

Dulu waktu pertama kali saya mendarat di Baluran, saya sangat nggumun dengan burung hijau metalik yang berpadu dengan warna putih yang sering nongkrong di sekitar kantor Baluran. Burung yang terkenal dengan nama Cekakak Sungai itu begitu menggoda, dan belum pernah lihat Cekakak Sungai bisa sedekat itu dengan manusia. Mungkin itu adalah burung pertama dalam list Baluran saya.
Bersama partner saya, Sutadi Bodronoyo, saya mulai keluyuran nenteng senapan laras panjang di Bama-Bekol dan sekitarnya. Sutadi adalah  guide, kawan sekaligus ojek terbaik saya waktu. Kenapa? Karena dialah yang menemani saya hunting foto keliling Baluran menggunakan motor pribadinya. Sesekali dia juga menjadi interpreter yang bagus kala kami suka keluyuran menjelajahi Baluran.

Continue reading “Pelatuk Hijau, Pelengkap Foto-foto 10 Jenis Pelatuk Baluran”

Masih Kacip Yang Mengejutkan

Nurdin, partner outdooring terbaik yang pernah saya kenal

Setelah mendapat kabar dari Nurdin, salah satu anggota tim juara BBC 2012, tentang temuan aktifitas bersarang Caladi Tikotok Hemicircus concretus di Kacip, saya langsung menantang dia untuk naik lagi ke sana. Dan serta merta dia langsung menyanggupi ajakan saya itu. Jadilah esok hari setelah rangkaian acara BBC 2012 kelar, saya berdua langsung naik lagi ke Kacip. Segala sesuatunya serba dipersiapan apa adanya. Saking terburu-buru oleh waktu yang mendadak, sampai-sampai kami kelupaan membawa beras untuk bekal 3 hari 2 malam di sana. Jadilah mi instan menjadi menu utama dan satu-satunya.

Continue reading “Masih Kacip Yang Mengejutkan”

BBC 2012: Tak Angker Lagi, Kacip

Memang menjadi keputusan cukup gila menjadikan Kacip sebagai salah satu spot lokasi perlombaan pada 3rd Baluran-PLN Birding Competition 2012 kemarin. Alasannya sederhana: saya ndak mau di BBC yang ketiga ini lagi-lagi peserta disuguhi savana dan merak lagi. So, muncullah ide gila itu.

Gila yang pertama adalah karena kawasan gunung Baluran adalah zona Inti yang “paling inti” di antara zona lainnya. Bisa dihitung dengan jari deh berapa petugas maupun masyarakat yang nyampe di sana. Bahkan jalur menuju puncak “trianggulasi” sudah hilang bersama semakin menuanya satu-satunya orang yang hafal dengan jalur itu di Baluran. Gila kedua, tentu saja kawasan paling inti dan angker ini pada akhirnya harus dijamah dan di-grayahi oleh puluhan orang!

Continue reading “BBC 2012: Tak Angker Lagi, Kacip”

Sumba Part 1: Mencicil Indonesia

“Siapa bulang Sumba panas? Jam 6 sore embun sudah berjatuhan.” kira-kira begitu status pertama yang aku posting di facebook begitu mendarat di Sumba. Dan itu adalah kesan pertama saya di salah satu pulau paling selatan Indonesia itu: dingin!

Sungguh tidak menyangka kalau kepulauan yang terkenal kering itu sedang menyambutku dengan udaranya yang cukup menusuk tulang. Bahkan pada pagi hari, semburat kabut tebal menyisip di antara bebukitan. Cuaca cerah, langit biru, hamparan padang rumput nan luas dibalut udara dingin rasa pegunungan. Di siang hari, berjemur di bawah terik masih ok ok saja, lumayan hangat. Bahkan yang tidak kalah menarik, di pulau ini air sangat berlimpah! Semua sungai terairi air. Itu sebabnya banyak kota atau tempat di Sumba yang namanya diawali oleh kata “Wai” yang berarti air.

Itu adalah kunjungan pertama saya di salah satu kepulauan Sunda Kecil, dan yang pertama di wilayah biogeografi itu.

Continue reading “Sumba Part 1: Mencicil Indonesia”