Menang Tanpa Ngasorake

Mungkin kita sudah lupa bagaimana rasanya menjadi pemenang. Timnas kita berkali-kali harus tertunduk malu saat melalui pertandingan puncak di berbagai kompetisi. Dan itu tidak hanya sekali. Di tempat lain, kita bersorak-sorak begitu partai pilihan atau calon presiden idola meraih suara tertinggi. Sesaat kita bisa mencium aroma kemenangan, membayangkan janji-janji para jurkam tentang lapangan pekerjaan yang lebih luas, sekolah murah, harga-harga sembako terjangkau dan lain sebagainya. Tapi, tidak lama kemudian kita sadar bahwa yang menang bukan rakyat Indonesia karena janji-janji itu menguap ruang sidang anggota dewan atau nylempit di bad sector memory pak presiden. Continue reading “Menang Tanpa Ngasorake”

Advertisements

Cerita Burung Pelatuk Sampai Penemuan Burung Dunia

Pagi-pagi sekali, jam 7,hari Kamis kemarin, hape saya berdering. Padahal mata saya masih belum mau dibuka. Dengan terpaksa saya angkat gadget buatan Cina itu.

“Mas, saya dari TIKI. Ada kiriman untuk Mas Swiss dari Inggris! Saya sudah di depan pos kantor Baluran.” suara dari dalam kotak hitam itu mengagetkan saya.

Kiriman dari Inggris? Perasaan saya gak pernah kontak-kontakan sama orang Inggris. Kecuali, dengan beberapa agen rahasia MI6 yang saya rasa tidak perlu saya ceritakan di sini.

“Baik, Pak. Saya meluncur sekarang.” jawab saya masih dengan pita suara penuh air ludah dan bau mulut super mambu!

Continue reading “Cerita Burung Pelatuk Sampai Penemuan Burung Dunia”

Kacip 2014: No Birds Story

Dari dulu, saya selalu menyukai tempat ini. Tidak ada tempat yang lebih ngangeni di Baluran selain Kacip dengan segala cerita behind the scene-nya. Savana Talpat yang menawan setiap pemburu pemandangan landscape. Burung-burung yang tidak dijumpai di tempat lain di Baluran. Nuansa sunyi yang hanya nada ritmik riak air sungai memenuhi seisi lembah. Lutung yang tiap malam suka ngebom tenda dan alat-alat masak dengan telek-nya. Continue reading “Kacip 2014: No Birds Story”