Petungkriyono Part II: Hunt Them All! Leave No Remains!

Bayangan pertama yang keluar saat saya ditelpon Antok untuk mengisi materi pelatihan fotografi di Petungkriyono adalah menyempatkan diri bertemu dengan burung ghoib Engkek Geling Cissa thalassina. Hutan di sepanjang pegunung antara Gunung Slamet dan Gunung Sindoro, atau banyak yang mengenalnya sebagai Pegunungan Dieng, adalah salah satu habitat burung super langka itu. Di sanalah, konon, sisa-sisa jasad hidup burung bergincu merona ini berada. Nah, hutan Petungkriyono berada di sisi barat laut pegunungan Dieng.

Semangat menggebu-gebu untuk lihat live show si bibir gincu itu juga menjangkiti my hunting mate Nurdin. Pokoknya kalo lagi ngobrolin masalah burung, yang pertama kali dibahas adalah si gincu. Tapi apakah yang terjadi? Continue reading “Petungkriyono Part II: Hunt Them All! Leave No Remains!”

Advertisements

Petungkriyono Part I: Siluman Bangkit Dari Kubur

Tiga bulan sebelas hari blog ini nggak saya apdet. Jangankan nulis, mbuka halaman dashboard aja nggak. Mungkin saya sudah bosan menulis? Mungkin capek jadi PEH? Atau jangan-jangan saya sudah muak jadi PNS dengan segala ketidaklogisan sistem di dalamnya? Atau mungkin perlu sekali-kali saya bertransformasi jadi siluman kera. Dihukum 500 tahun belajar membaca alif ba ta ayat-ayat Tuhan di bawah gunung Tapak Budha. Continue reading “Petungkriyono Part I: Siluman Bangkit Dari Kubur”