Imam Hacker

Saya bukan orang yang pandai merespon tren isu menjadi sebuah tulisan. Meskipun Ahox benar-benar jadi penista agama atau bukan, itu tidak menjadi alasan saya untuk menulis tentang Ahox. Dan saya juga tidak tertarik dalam pusaran kebodohan pertentangannya. Ahox mau jadi gubernur lagi, apa mau dipenjara, apa mau jadi mu’alaf selama tidak ada keadilan yang terlanggar, itu tidak akan menjadi masalah saya.

Justru yang menjadi masalah saya adalah kenapa sekarang begitu banyak “sampah” berserakan di wall fesbuk saya. Saya bersyukur terjerembab tidak di banyak sosmed. Cukup fesbuk karena banyak teman dunia nyata saya yang tinggal di sana. Google+ karena itu lapak buat cari nafkah. Dan terakhir, whatsapp karena sejak pertama pegang smartphone 7 tahun yang lalu dia sudah menjadi bagian dari kehidupan sosial saya.

Continue reading “Imam Hacker”

Advertisements