Pembangunan Tanpa Kedaulatan

Dulu saya sangat mencintai kota kecil ini. Dataran tinggi di lembah yang diapit oleh gunung Arjuno-Welirang, Kawi, dan Peg. Tengger. Kota ini berdiri di atas hamparan tanah surga. Pertanian dan hutan hidup rukun. Masyarakat agraris yang ramah. Mata air berhamburan di mana-mana.

Dulu ketika saya masih kecil, pemuda kampung saya bisa bermain bola basket di tengah jalan protokol. Saking sepinya kota ini. Dari teras rumah saya memandang ke semua penjuru mata angin hamparan gunung-gunung yang mensuplai air, oksigen dan mineral tanah yang membuat tanah kami sebegitu suburnya. Karena tidak banyak bangunan di kampung saya.

Setiap pagi saya suka menggores embun yang menempel di kaca jendela, menggambar apa adanya sebelum dia menguap seiring siang mendekat. Salah satu hobi saya adalah mlinteng burung. Saking banyaknya burung di kota kami, kemanapun ketapel saya mengarah, pasti kena! Continue reading “Pembangunan Tanpa Kedaulatan”

Advertisements

Mistisisme Sains Modern

Sadar gak, bahwa sebagai manusia modern (yang mengakui dirinya generasi rasionalis) dalam keseharian kita masih percaya dengan klenik? Tidak hanya percaya, bahkan “menyerahkan” hidup kita kepadanya? Tidak sedikit pula yang mentuhankan! Ya, kita semua! All of us! No exception!

Di saat yang bersamaan. Kita mengutuk keklenikan yang lain!

Ghaib, kalau saya rangkum dari berbagai literatur, memiliki definisi: sesuatu yang tersembunyi. Artinya, apapun itu yang di luar jangkauan pengetahuan dan indera kita masuk dalam golongan makhluk ghoib. Entut jelas masuk daftar. Tapi saya tidak sedang membicarakan makhluk mulia yang satu itu. Biarkan dia menjadi rahasia terenak hidup kita.

Ketika seseorang sakit, dia percaya bahwa dokter, resep obat, dan obatnya akan menyembuhkan sakitnya. Tapi ketika dia dibawa ke dukun, orang pintar, tabib, atau apalah namanya, serta merta dia nyinyir sambil mengkutuk “dasar klenik!”. Padahal apa bedanya dukun sama dokter? Apa bedanya obat dengan perewangan si dukun? Continue reading “Mistisisme Sains Modern”

The Power of Pekok – the Beginning

Sepertinya saya mulai menemukan jalan tulisan yang akan saya tumpahkan di blog ini. Tak terhitung berapa kali saya mencoba memulai menulis setelah bertahun-tahun angkat kaki dari dunia kata -dan menetap di dunia bentuk dan warna. Bahkan blog lama saya harus rela saya yatimkan hidupnya karena saking lupanya sama password login ke wordpress admin.

Dulu saya suka menulis pengalaman pekerjaan dan perjalanan nasib yang sebenarnya gak keren-keren amat untuk jadi tulisan. Atau, sebagus-bagusnya sok jadi pengamat politik, sosial, agama atau sepakbola. Sesekali berakting jadi fotografer. Satu-dua kali berlagak jadi penulis. Dan seterusnya… dan seterusnya… Jadi, apakah saya akan mengulangi genre tulisan lama ke blog ini? Bisa ya bisa tidak. Yang pasti ada banyak manusia sehat akalnya yang merindukan tulisan saya.

Domain sikebo.me ini bahkan sempat saya non-aktifkan karena saking pekoknya kepala saya untuk bahkan membuat sebuah tulisan ringan. Dan hari ini, saya putuskan, http://www.sikebo.me akan bangkit dari kepekokannya dan menengadahkan kepala menatap langit! Langit-langit rumah maksudnya. Mengumpulkan segala daya, kekuatan, teknik, bahan dan alat dari sebuah Power of Pekok! Hahaha… Continue reading “The Power of Pekok – the Beginning”