Tag: modernitas

Daniel, Kemana Saja Kau?

Musik, kata pujangga adalah bahasa hati yang taktertampung oleh kata pun warna. Bagi musisi adalah darah dimana kehidupan mereka terus mengalir dan mengalir. Untuk seorang budayawan, musik adalah bahasa dan logika yang paling mudah dimengerti oleh setiap kebudayaan di dunia. Bahkan, bagi negarawan, musik adalah emblem yang menempel di lengan kemeja kebangsaan, mensimbolkan siapa sebenarnya kita. Musik, bagi agamawan adalah ayatun min ayatillah, sesuatu yang bisa mengantarkan kita kepada Allah karena dia dimainkan dengan segala rasa cinta dan kangen kepada Yang Maha Maestro.

Lalu datanglah arus globalisme itu, gelombang dasyat yang ditunggangi kepentingan modal, ideologi bahkan politik. Musik disulap menjadi menjadi alat transfer penguasaan ekonomi, propaganda ideologi dan iklan politik yang membuat orang-orang terbuai dan bahkan tertipu. Musik lambat laun kehilangan nadanya. Alat-alat musik itu perlahan dan pasti lupa dengan suaranya. Bahwa nonton ndangdut bukan cengkok suaranya yang khas yang dimikmati, tapi lenggok bokong penyanyinya yang dinanti-nanti. Bahwa mereka suka group band bukan semata-mata kualitas kolektifitas permainan mereka yang menarik perhatian, tapi wajah ganteng, body atletis adalah agenda yang tidak boleh ketinggalan.

(more…)

Advertisements